Latest News

Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts

Friday, May 13, 2016

Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein

Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein. Pada proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi satuan - satuan dasar kimia. Protein terbentuk dari unsur - unsur organik yang hampir sama dengan karbohidrat dan lemak. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Oleh karena itu protein sangat dibutuhkan dan sangat penting bagi tubuh kita berikut penjelasang singkat tentang Protein.

Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein
Foto www.thedvcc.com

Definisi / Pengertian Protein

Menurut Wikipedia. Nama protein berasal dari bahasa Yunani yang berarti �yang paling utama�. Sedangkan pengertian protein secara umum adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. 

Ciri-ciri Molekul Protein

  1. Berat molekulnya cukup besar, dan dapat mencapai ribuan bahkan jutaan sehingga merupakan suatu makromolekul.
  2. Pada Umumnya terdiri dari 20 macam asam amino, asam amino tersebut berkaitan secara kovalen satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan yang bermacam - macam membentuk suatu rantai polipeptida.
  3. Ikatan kimia lainnya menyebabkan terbentuknya lengkungan -lengkungan rantai polipeptida menjadi struktur tiga dimensi protein, sebagai contohnya yaitu ikatan hidrogen dan ikatan ion.
  4. Struktur tidak stabil terhadap beberapa faktor, antara lain, pH, radiasi, temperatur, dan pelarut organik.

Klasifikasi Protein

Protein Berdasarkan Fungsi Biologisnya.
  1. Protein Enzim, Golongan protein ini berperan pada biokatalisator dan pada umumnya mempunyai bentuk globular.
  2. Protein Pengangkut mempunyai kemampuan membawa ion atau molekul tertentu dari satu organ ke organ lain melalui aliran darah.
  3. Protein Struktural. Peranan protein struktural adalah sebagai pembentuk struktural sel jaringan dan memberi kekuatan pada jaringan.
  4. Protein Hormon Adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin membantu mengatur aktifitas metabolisme didalam tubuh.
  5. Protein Pelindung Protein ini pada umumnya terdapat pada darah, melindungi organisme dengan cara melawan serangan zat asing yang masuk dalam tubuh.
  6. Protein Kontraktil Golongan ini berperan dalam proses gerak, memberi kemampuan pada sel untuk berkontraksi atau mengubah bentuk.
  7. Protein Cadangan Protein cadangan atau protein simpanan adalah protein yang disimpan dan dicadangan untuk beberapa proses metabolisme.

Protein Berdasarkan Struktur Susunan Molekul.
  1. Protein Fibriler/Skleroprotein Protein  ini  berbentuk  serabut,  tidak  larut  dalam  pelarut-pelarut encer,  baik  larutan  garam,  asam,  basa,  ataupun  alkohol. Berat molekulnya  yang  besar  belum  dapat  ditentukan dengan  pasti dan  sukar  dimurnikan.
  2. Protein Globuler/Sferoprotein Protein ini berbentuk bola, banyak terdapat pada bahan pangan seperti  susu,  telur,  dan  daging.

Protein Berdasarkan Komponen Penyusunan.
  1. Protein Sederhana Protein  ini tersusun  oleh  asam  amino  saja,  oleh  karena itu pada hidrolisisnya   hanya   diperoleh   asam - asam   amino penyusunnya  saja.
  2. Protein Majemuk Protein  ini  tersusun  oleh  protein  sederhana  dan  zat  lain  yang bukan  protein.

Protein Berdasarkan Asam Amino Penyusunnya
  1. Protein yang tersusun oleh asam amino esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tubuh tidak dapat mensintesanya sendiri sehingga harus  didapat  atau diperoleh  dari  protein  makanan.
  2. Protein yang tersusun oleh asam amino nonesensial. Asam amino non esensial adalah asam amino yang bibutuhkan oleh  tubuh  dan  tubuh  dapat  mensintesa  sendiri  melalui  reaksi aminasi  reduktif  asam  keton  atau  melaui  transaminasi.

Protein Berdasarkan Sumbernya.
  1. Protein Hewani adalah protein  dalam  bahan  makanan  yang  berasal  dari  hewan, seperti protein daging, ikan, ayam, telur, dan susu.
  2. Protein Nabati adalah protein  yang  berasal  dari  bahan  makanan  tumbuhan, seperti  protein  jagung,  kacang  panjang,  gandum, kedelai,  dan sayuran.

Dikutip Dari Berbagai Sumber.

Monday, May 9, 2016

Pengertian Dan Klasifikasi Karbohidrat

Pengertian Dan Klasifikasi Karbohidrat. Meskipun lemak Dapat menghasilkan energi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok, terutama pada negara sedang berkembang. Banyak sekali makanan yang kita makan sehari hari adalah suber karbohidrat seperti : nasi/beras,singkong, umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan lainnya, dll.

Definisi Karbohidrat

Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil enersi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. 

KARBOHIDRAT yaitu senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Terdiri atas unsur C, H, O dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, 1 atom O. karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural & metabolik. sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis CO2 + H2O yang akan menghasilkan amilum/selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan Binatang tidak dapat menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung tumbuhan. karbohidrat merupakan sumber energi dan cadangan energi, yang melalui proses metabolisme.

Pengelompokan Karbohidrat yang terdapat pada makanan
  1. Available Carbohydrate. (Karbohidrat yang tersedia), yaitu karbohidrat yang dapat dicerna, diserap serta dimetabolisme sebagai karbohidrat.
  2. Unvailable Carbohydrate (Karbohidrat yang tidak tersedia) Yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan manusia, sehingga tidak dapat diabsorpsi

Klasifikasi Karbohidrat

  1. Monosakarida : terdiri atas 3 - 6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.
  2. Disakarida : senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.
  3. Oligosakarida : senyawa yang terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yang banyak gabungan dari 3 �6 monosakarida,misalnya maltotriosa
  4. Polisakarida : senyawa yang terdiri dari gabungan molekul -molekul monosakarida yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang.

Dikutip dari berbagai sumber

Friday, April 15, 2016

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya. Sebagai contoh volume = panjang � lebar � tinggi.  Panjang merupakan besaran pokok, satuannya meter;  lebar merupakan besaran pokok panjang dengan satuan meter; dan  tinggi juga merupakan besaran pokok panjang dengan satuan meter. Jadi, satuan volume m 3 (meter kubik) diturunkan dari satuan besaran panjang, yaitu m � m � m.

Pengertian / Definisi Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan,Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll.

Tabel besaran turunan :



No
Besaran
lambang
satuan
Lambang satuan
1
Luas
A
Meter persegi
m2
2
Volume
V
Meter Kubik
m3
3
Kecepatan
v
Meter Persekon
m/s
4
Percepatan
a
Meter persekon kuadrat
m/s2
5
Gaya
F
Newton
N=kg.m/s2
6
Usaha
W
Joule
J=kg.m2/s2
7
Daya
P
Watt
W=kg.m3/s2
 

Contoh besaran turunan

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya
Keterangan Gambar
  1. Kelajuan merupakan besaran turunan. Besaran kelajuan (v) diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu, yaitu jarak (s) dibagi waktu (t).
  2. Massa Jenis. Massa jenis (P) diturunkan dari besaran massa (m) dibagi volume (V). Volume sendiri diturunkan dari besaran panjang. Dengan demikian, massa jenis (P )
  3. Gaya. Gaya (F) diturunkan dari besaran massa (m) dikalikan percepatan (a). Percepatan diturunkan dari besaran kecepatan (v) dan waktu (t), sedangkan besaran kecepatan diturunkan dari besaran panjang (l) dan waktu (t).
  4. Muatan Listrik. Muatan listrik (Q) diturunkan dari besaran kuat arus listrik (I) dikalikan waktu (t).
  5. Molaritas Zat. Molaritas zat (M) diturunkan dari besaran banyak mol zat (N) dibagi volume (V), besaran volume diturunkan dari besaran panjang:
Dikutip dari berbagai sumber

Thursday, April 14, 2016

Pengertian Besaran Pokok

Pengertian Besaran Pokok. Segala Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran. Contoh besaran adalah panjang, massa, dan waktu. Besaran pada umumnya memiliki satuan. Panjang memiliki satuan meter, massa memiliki satuan kilogram, dan waktu memiliki satuan sekon. Ada beberapa besaran yang tidak memiliki satuan, misalnya indeks bias cahaya dan massa jenis relatif. 

Definisi / Pengertian Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang tidak tergantung pada besaran-besaran yang lain. Besaran ini dapat diukur secara langsung dan dijadikan dasar besaran lainnya. Terdapat tujuh besaran pokok, yaitu  panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan  banya k molekul zat. Setiap besaran tersebut mempunyai satuan tertentu. Satuan yang dimiliki besaran pokok disebut  satuan pokok  atau satuan dasar. Satuan untuk tiap-tiap besaran pokok dapat kalian ketahui dalam tabel berikut.

Besaran Pokok dan Satuannya

No
Besaran Pokok
Satuan
Singkatan
1.
Panjang
meter
m
2.
Massa
kilogram
Kg
3.
Waktu
sekon atau detik
s atau det.
4.
Suhu
kelvin
k
5.
Kuat arus listrik
ampere
A
6.
Intensitas cahaya
Kandela
Kd
7.
Banyak molekul zat
mole
mol
 
Penggunaan bermacam-macam satuan untuk suatu besaran ini menimbulkan kesulitan.
  1. Diperlukannya bermacam-macam alat ukur yang sesuai dengan satuan yang digunakan.
  2. Kerumitan konversi dari satu satuan ke satuan lainnya, misalnya dari jengkal ke kaki. Ini disebabkan tidak adanya keteraturan yang mengatur konversi satuan-satuan tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber.

Recent Post