Latest News

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Sunday, May 21, 2017

Pengertian Saluran Distribusi

Pengertian Saluran Distribusi. Kegiatan distribusi tidak hanya melibatkan pihak produsen dan konsumen saja. Tapi ada pihak-pihak lain yang dapat terlibat dalam kegiatan distribusi tersebut, pihak lain itu disebut perantara. Perantara adalah orang atau perusahaan yang menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan konsumen industrial. Apa Yang Dimaksud Dengan Saluran Distribusi berikut adalah Penjelasannya.

Pengertian Saluran Distribusi

Definisi Saluran Distribusi

Pengertian Saluran distribusi adalah rute atau rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar maupun yang independen, dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Jumlah perantara yang terlibat dalam saluran distribusi sangat bervariasi.

Menurut Fuad, dkk bahwa saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurakan produk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen.

Dalam kegiatan pengiriman jalur yang tepat dan kondisi dari alat transportasi yang digunakan perlu diperhatikan untuk dapat mempermudah dalam mencapai tempat tujuan pengiriman produk. Saluran distribusi terdiri dari beberapa macam ada yang langsung ke konsumen akhir dan ada yang melalui perantara baru dikirimkan kepada konsumen akhir.

Tingkatan-Tingkatan Saluran Distribusi

Pada pelaksanaan kegiatan distribusi tersebut terdapat beberapa macam saluran distribusi yang kemukakan oleh Kotler et al. Membuat tingkatan-tingkatan dalam saluran distribusi berdasarkan jumlah perantara di dalamnya, yaitu:
  1. Produsen � Konsumen. Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.
  2. Produsen � Pengecer � Konsumen. Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.
  3. Prodesen � Pedagang Besar � Pengecer � Konsumen. Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.
  4. Produsen � Agen � Pengecer � Konsumen. Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.
  5. Produsen � Pedagang Besar � Pemborong � Pengecer � Konsumen. Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil.

Dari berbagai jenis saluran distribusi tersebut sebagai produsen harus pandai dalam memilih jalur mana yang akan dipakai dalam pendistribusian produknya. Para produsen tidak hanya dapat menjual hasil produksi mereka secara langsung kepada pemakai akhir. Banyak cara yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang dan juga kepada pembeli, seperti pada penjelasan saluran distribusi di atas. Sebuah perusahaan mungkin mendistribusikan barangnya secara langsung kepada konsumen meskipun jumlahnya cukup besar, sedangkan perusahaan lain mendistribusikan produknya lewat perantara. Dan tidak sedikit perusahaan yang menggunakan beberapa kombinasi saluran distribusi untuk mencapai segmen pasar yang berbeda. Proses penyaluaran produk sampai kepada pembeli akhir dapat panjang ataupun pendek, sesuai dengan kebijaksanaan saluran distribusi yang dianut oleh masing-masing perusahaan. Maka dari itu pentingnya sebuah perencanaan yang matang dalam menentukan saluran distribusi mana yang akan dipakai agar proses pengiriman produk pun dapat tiba dengan baik di tempat konsumen. Saluran distribusi yang tepat akan dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan.
.

Tuesday, May 17, 2016

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional. Dalam sistem ini ekonomi yang dijalankan secara bersama-sama untuk kepentingan bersama segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri olehmasyarakat itu sendiri. Tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi masyarakatlah yang mengaturnya. Berikut penjelasan tentang Sistem Ekonomi Tradisional.

Definisi Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun yang hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini pengaturan ekonomi dimapankan menurut pola tradisi, yang biasanya sebagian besar menyangkut kontrol atas tanah sebagai sumber terpenting atau satu-satunya sumber ekonomi.

Menurut Wikipedia. Sistem Ekonomi Tradisional Adalah sistem ekonomi yang dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bergantung pada sumber daya alam. Dalam sistem ini masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. dengan demikian rumah tangga dapat bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduanya

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional

  1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
  2. Hanya sedikit menggunakan modal.
  3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
  4. Belum mengenal pembagian kerja.
  5. Masih terikat tradisi.
  6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
  7. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
  8. Tingkat dan macam produksi sesuai dengan kebutuhan.

Keuntungan sistem ekonomi tradisional

  1. Tidak adanya persaingan yang tidak sehat, sebab semua yang dilakukan atas dasar kekeluargaan dan masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
  2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.
  3. Tidak bersikap individualistis.
  4. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
  5. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bersikap jujur.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional

  1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah.
  2. Kualitas barang hasil produksi masih rendah.
  3. Tidak ada kerjasama antar individu atau masyarakat
  4. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
  5. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
  6. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan.

Walaupun Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok diindoneisa masih terdapat masyarakat yang menggunakan sistem ini dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Berbagai Sumber

Monday, May 16, 2016

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran. Dalam Sistem Ekonomi ini pemerintah ikut campur dalam kehidupan masyarakat dengan demikian campur tangan tersebut tidak menghapus kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Penerapan sistem ini dalam setiap negara berbeda-beda.

Definisi Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan penggabungan atau campuran antara sistem ekonomi liberal dan sosialis. Dalam sistem ini pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Sistem ini banyak diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang.

Menurut Wikipedia. Sistem Ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang menggabungkan lebih dari satu aspek sistem ekonomi. Biasanya, di dalam ekonomi campuran terdapat paduan unsur kapitalisme dan sosialisme.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:

  1. Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan swasta
  2. Transaksi ekonomi terjadi melalui mekanisme pasar tetapi masih ada campur tangan pemerintah
  3. Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah

Kelebihan sistem ekonomi campuran:

  1. Kestabilan ekonomi terjamin
  2. Pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil
  3. Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu
  4. Hak milik individu atas sumber produksi diakui walaupun ada pembatasan
  5. Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi

Kekurangan sistem ekonomi campuran:

  1. Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta
  2. Sulit menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta.

Dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah dapat mengatur, mengawasi, menstabilkan dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan, dengan mendorong atau menumbuhkan inisiatif swasta.

Dikutip Dari Berbagai Sumber

Sunday, May 15, 2016

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis. Sistem ini  merupakan sistem perekonomian yang bertujuan untuk kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Pemerintah praktis menguasai dan mengendalikan kegiatan ekonomi, sedangkan hak milik, kebebasan pasar serta inisiatif ekonomi individu sangat dibatasi, atau bahkan ditekan. Berikut penjelasan Tentang Sistem Ekonomi Sosialis/Komando/Terpusat.

Definisi Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang diatur oleh negara. Didalam sistem ini berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu negara atau pemerintah pusat. Sistem ini telah banyak digunakan oleh negara-negara di Eropa Timur yang menganut paham komunis.

Menurut Wikipedia. Sistem Sosialis adalah sistem yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya.

Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis

Berikut adalah Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis
  1. Otoritas suatu negara untuk menguasai semua aset masyarakat. Yang artinya regulasi seputar ekonomi serta kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah.
  2. Keseteraan ekonomi. Dimana masyarakat tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, melainkan mereka hanyalah pegawai pemerintah yang gajinya berasal dari keringat mereka sendiri.
  3. Disiplin politik. Di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, yang mana parlemen sebagai lembaga yang berhak membuat konstitusi dan regulasi dikuasai oleh kaum proletarian atau kaum buruh. Mereka ditempatkan oleh partai-partai guna membuat regulasi yang cenderung berpihak pada kaum buruh sebagai representasi kaum sosialis.

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis

  1. Hak milik individu tidak diakui
  2. Seluruh sumber daya dikuasai negara
  3. Jalannya kegiatan perekonomian sepenuhnya tanggung jawab pemerintah
  4. Kegiatan ekonomi direncanakan dan diatur pemerintah
  5. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  6. Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah

Kelebihan sistem ekonomi sosialis

  1. Pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab terhadap perekonomian
  2. Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat
  3. Pemerintah mengatur distribusi
  4. Mudah dalam pengelolaan, pengendalian dan pengawasan
  5. Pelaksanaan pembangunan lebih cepat
  6. Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata

Kekurangan sistem ekonomi sosialis

  1. Hak milik individu tidak diakui
  2. Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
  3. Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang
  4. Jalur birokrasi panjang

Dikutip Dari Berbagai Sumber.

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal. Perbedaan yang menjadi dasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dibawah ini adalah penjelasan mengenai Sistem Ekonomi Liberal.

Definisi Sistem Ekonomi Liberal

Secara Umum Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang mana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal menghendaki adanya kebebasan individu melakukan kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut Wikipedia. Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan (proses) alami" yang dipahami oleh sementara tokoh-tokoh ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan penamaan paham tersebut sedangkan konsep kebijakan dari ekonomi (globalisasi) liberal ialah sistem ekonomi yang bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal

  1. Adanya pengakuan terhadap hak individu
  2. Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
  3. Menerapkan sistem persaingan bebas
  4. Peranan modal sangat penting
  5. Peranan pemerintah dibatasi
  6. Motif mencari laba terpusat pada kepentingan individu

Kelebihan sistem ekonomi liberal

  1. Setiap individu bebas menentukan perekonomiannya sendiri
  2. Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri
  3. Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan
  4. Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
  5. Kualitas barang lebih terjamin
  6. Kualitas pelayanan terjamin

Kekurangan sistem ekonomi liberal

  1. Menimbulkan monopoli
  2. Terjadi kesenjangan
  3. Rentan terhadap krisis ekonomi
  4. Adanya eksploitasi
  5. Tindakan yang kurang sehat dalam persaingan

Dikutip Dari berbagai Sumber

Saturday, May 14, 2016

Pengertian Tujuan Dan Periode Ekonomi Syariah

Pengertian Tujuan Dan Periode Ekonomi Syariah. Sistem ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi konvensional sebab ekonomi syariah sangat bertolak belakang dengan ekonomi kapitalis yang lebih bersifat individual dan sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya, ekonomi syariah menetapkan bentuk perdagangan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Dalam ekonomi syariah terdapat dua hal pokok yang menjadi landasan hukum sistem ekonomi syariah yaitu: Al-Qur�an dan sunnah Rasulullah, hukum-hukum yang diambil dari kedua landasan pokok tersebut secara konsep dan prinsip adalah tetap (Tidak Dapat Diubah).

Definisi Ekonomi Syariah

  1. Menurut Wikipedia. Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah berbeda dari Sistem Ekonomi kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan (Welfare State). Berbeda dari kapitalisme karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus anjuran yang memiliki dimensi ibadah yang teraplikasi dalam etika dan moral.
  2. Menurut Monzer Kahf dalam bukunya The Islamic Economy menjelaskan bahwa ekonomi Islam adalah merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang bersifat interdisipliner dalam arti kajian ekonomi syariah tidak dapat berdiri sendiri, tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu-ilmu pendukungnya juga terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis seperti matematika, statistic, logika dan ushul fiqih.
  3. Menurut Hasan Uzzaman, Ekonomi Islam adalah suatu ilmu aplikasi petunjuk dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam meperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan manusia dan dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat.

Tujuan Ekonomi Syariah

Ekonomi Islam Atau Syariah mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama. Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah

Periode Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah telah melalui beberapa periode dalam perjalanannya, baik masa masa kejayaan maupun masa masa kemunduran. Setelah zaman Rasulullah, ekonomi syariah dalam perkembangannya pernah mempunyai pemikir-pemikir yang sangat penting di bidang ekonomi syariah dimana diantara tokoh-tokoh ini juga merupakan sahabat nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai Khulafaurrasyidin yang sangat tekenal pada masanya masing masing, diantaranya adalah :
  1. Abu Bakar As-Sidiq (51 SH-13 H / 537-634 M),
  2. Umar bin Khattab (40 SH - 23 H / 584 - 644 M),
  3. Ustman Bin Affan (47 SH - 35 H / 577-656 M)
  4. Ali bin Abi Thalib (23 H- 40 H / 600-661 M).
Dalam perkembangan pemikiran ekonomi pasca Rasulullah SAW dan Khulafaurrasyidin telah banyak tokoh-tokoh ekonomi syariah yang baru bermunculan dan menjadikan hasil pemikiran pemikiran ekonomi syariah yang sebelumnya sebagai pondasi pengetahuan dalam melahirkan teori-teori ekonominya sesuai dengan peradaban agama Islam pada zaman masing-masing, dimana pada masa tokoh tokoh ini dibagi kedalam empat periode yaitu sebagai berikut :
  1. Periode Pertama / Fondasi (Masa awal Islam � 450 H / 1058 M). Pada periode ini banyak sarjana muslim yang pernah hidup bersama para sahabat Rasulullah dan para tabi�in sehingga dapat memperoleh referensi ajaran Islam yang akurat.
  2. Periode Kedua (450 � 850 H / 1058 � 1446 M). Prideode ini dikenal ssebagai fase yang cemerlang karena meninggalkan warisan intelektual yang sangat kaya.
  3. Periode Ketiga (850 � 1350 H / 1446 � 1932 M). Dalam periode ketiga ini kejayaan pemikiran, dan juga dalam bidang lainnya, dari umat Islam sebenarnya telah mengalami penurunan. Priode ini juga dikenal sebagai fase stagnasi.
  4. Periode Kontemporer (1930 � sekarang). Era tahun 1930-an merupakan masa kebangkitan kembali intelektualitas di dunia Islam. Kemerdekaan negara-negara muslim dari kolonialisme Barat turut mendorong semangat para sarjana muslim dalam mengembangkan pemikirannya.
Dikutip Dari Berbagai Sumber
Wikipedia.org

Sunday, April 24, 2016

Pengertian Pasar Dan Bentuknya

Pengertian Pasar Dan Bentuknya. Dalam memajukan perekonomian suatu negara, pasar memiliki peranan yang sangat penting. Melalui aktifitas pasar, produksi dapat sampai ke tangan konsumen yang berakibat adanya keuntungan bagi produsen dan konsumen dapat terpenuhi kebutuhannya.

Pengertian Pasar Dan Bentuknya

Pengertian / Definisi Pasar

  1. Arti Pasar Secara Sederhana adalah Tempat dimana adanya pertemuan antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa.
  2. Arti Pasar Secara Secara Luas adalah adanya orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
  3. Sedangkan berdasarkan Teori ekonomi pasar adalah Pertemuan antara penawaran dan permintaan dan saat terjadinya harga keseimbangan
  4. Maka Pasar dikatakan sebagai tempat terjadinya komunikasi antara penjual dan pembeli, terjadinya hubungan antara penawaran yang dilakukan oleh produsen dengan permintaan yang dilakukan oleh konsumen. Pada umumnya pasar memang dapat dilihat secara konkrit, dimana penjual dan pembelinya dapat bertemu secara langsung dan mengadakan transaksi pada suatu tempat. Namun dalam perekonomian yang modern saat ini, pasar bisa saja abstrak artinya penjual dan pembelinya tidak bertatap muka secara langsung, namun bisa melakukan transaksi.

Pasar Berdasarkan Bentuknya

Ditinjau dari bentuknya kita mengenal dua bentuk pasar, yakni pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.
  1. Pada pasar persaingan sempurna, penjual dan pembeli memiliki Pengetahuan yang sempurna tentang harga suatu barang, sehingga tidak ada satupun pihak yang bisa menguasai harga. Barang yang sama pada pasar persaingan sempurna dijual oleh banyak penjual dengan harga yang sama.
  2. Pada Pasar persaingan tidak sempurna, terdapat satu atau beberapa pihak penjual atau pembeli yang dapat menguasai harga.

Dikutip dari berbagai sumber

Recent Post