Latest News

Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Thursday, June 29, 2017

Pengertian Perpindahan Kalor secara Konduksi

Pengertian Perpindahan Kalor secara Konduksi. Berikut adalah penjelasan singkat tentang seputar pengertian Perpindahan Kalor secara Konduksi.

Definisi Perpindahan Kalor secara Konduksi

Pengertian Perpindahan kalor secara konduksi adalah proses perpindahan kalor dimana kalor mengalir dari daerah yang bertemperatur tinggi ke daerah yang bertemperatur rendah dalam suatu medium (padat, cair atau gas) atau antara medium-medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung sehingga terjadi pertukaran energi dan momentum.

Pengertian Perpindahan Kalor secara Konduksi


Laju perpindahan panas yang terjadi pada perpindahan panas konduksi adalah berbanding dengan gradien suhu normal sesuai dengan persamaan berikut :
Persamaan Dasar Konduksi :



Keterangan :
q = Laju Perpindahan Panas (kj / det,W)
k = Konduktifitas Termal (W/m.�C)
A = Luas Penampang (m�)
dT = Perbedaan Temperatur ( �C, �F )
dX = Perbedaan Jarak (m / det)
?T = Perubahan Suhu ( �C, �F ).

dT/dx = gradient temperatur kearah perpindahan kalor.konstanta positif �k� disebut konduktifitas atau kehantaran termal benda itu, sedangkan tanda minus disisipkan agar memenuhi hokum kedua termodinamika, yaitu bahwa kalor mengalir ketempat yang lebih rendah dalam skala temperatur.

Hubungan dasar aliran panas melalui konduksi adalah perbandingan antara laju aliran panas yang melintas permukaan isothermal dan gradient yang terdapat pada permukaan tersebut berlaku pada setiap titik dalam suatu benda pada setiap titik dalam suatu benda pada setiap waktu yang dikenal dengan hukum fourier.
Dalam penerapan hokum Fourier pada suatu dinding datar, jika persamaan tersebut diintegrasikan maka akan didapatkan :



Bilamana konduktivitas termal (thermal conductivity) dianggap tetap. Tebal dinding adalah ?x, sedangkan T 1 dan T 2 adalah temperatur muka dinding. Jika konduktivitas berubah menurut hubungan linear dengan temperatur, seperti



maka persamaan aliran kalor menjadi :

Friday, April 15, 2016

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya. Sebagai contoh volume = panjang � lebar � tinggi.  Panjang merupakan besaran pokok, satuannya meter;  lebar merupakan besaran pokok panjang dengan satuan meter; dan  tinggi juga merupakan besaran pokok panjang dengan satuan meter. Jadi, satuan volume m 3 (meter kubik) diturunkan dari satuan besaran panjang, yaitu m � m � m.

Pengertian / Definisi Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan,Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll.

Tabel besaran turunan :



No
Besaran
lambang
satuan
Lambang satuan
1
Luas
A
Meter persegi
m2
2
Volume
V
Meter Kubik
m3
3
Kecepatan
v
Meter Persekon
m/s
4
Percepatan
a
Meter persekon kuadrat
m/s2
5
Gaya
F
Newton
N=kg.m/s2
6
Usaha
W
Joule
J=kg.m2/s2
7
Daya
P
Watt
W=kg.m3/s2
 

Contoh besaran turunan

Pengertian Besaran Turunan Beserta Contohnya
Keterangan Gambar
  1. Kelajuan merupakan besaran turunan. Besaran kelajuan (v) diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu, yaitu jarak (s) dibagi waktu (t).
  2. Massa Jenis. Massa jenis (P) diturunkan dari besaran massa (m) dibagi volume (V). Volume sendiri diturunkan dari besaran panjang. Dengan demikian, massa jenis (P )
  3. Gaya. Gaya (F) diturunkan dari besaran massa (m) dikalikan percepatan (a). Percepatan diturunkan dari besaran kecepatan (v) dan waktu (t), sedangkan besaran kecepatan diturunkan dari besaran panjang (l) dan waktu (t).
  4. Muatan Listrik. Muatan listrik (Q) diturunkan dari besaran kuat arus listrik (I) dikalikan waktu (t).
  5. Molaritas Zat. Molaritas zat (M) diturunkan dari besaran banyak mol zat (N) dibagi volume (V), besaran volume diturunkan dari besaran panjang:
Dikutip dari berbagai sumber

Thursday, April 14, 2016

Pengertian Besaran Pokok

Pengertian Besaran Pokok. Segala Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran. Contoh besaran adalah panjang, massa, dan waktu. Besaran pada umumnya memiliki satuan. Panjang memiliki satuan meter, massa memiliki satuan kilogram, dan waktu memiliki satuan sekon. Ada beberapa besaran yang tidak memiliki satuan, misalnya indeks bias cahaya dan massa jenis relatif. 

Definisi / Pengertian Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang tidak tergantung pada besaran-besaran yang lain. Besaran ini dapat diukur secara langsung dan dijadikan dasar besaran lainnya. Terdapat tujuh besaran pokok, yaitu  panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan  banya k molekul zat. Setiap besaran tersebut mempunyai satuan tertentu. Satuan yang dimiliki besaran pokok disebut  satuan pokok  atau satuan dasar. Satuan untuk tiap-tiap besaran pokok dapat kalian ketahui dalam tabel berikut.

Besaran Pokok dan Satuannya

No
Besaran Pokok
Satuan
Singkatan
1.
Panjang
meter
m
2.
Massa
kilogram
Kg
3.
Waktu
sekon atau detik
s atau det.
4.
Suhu
kelvin
k
5.
Kuat arus listrik
ampere
A
6.
Intensitas cahaya
Kandela
Kd
7.
Banyak molekul zat
mole
mol
 
Penggunaan bermacam-macam satuan untuk suatu besaran ini menimbulkan kesulitan.
  1. Diperlukannya bermacam-macam alat ukur yang sesuai dengan satuan yang digunakan.
  2. Kerumitan konversi dari satu satuan ke satuan lainnya, misalnya dari jengkal ke kaki. Ini disebabkan tidak adanya keteraturan yang mengatur konversi satuan-satuan tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber.

Recent Post