Latest News

Showing posts with label Gizi. Show all posts
Showing posts with label Gizi. Show all posts

Sunday, May 14, 2017

Pengertian Asupan Makanan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Pengertian Asupan Makanan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Makanan terdiri dari bermacam-macam zat kimia. Beberapa zat dikenal sebagai nutrien dan terdapat banyak zat lain, terutama dalam bahan makanan nabati. Zat ini memacu pertumbuhan tanaman, melindunginya dari pemangsa dan memperbaiki penampilan atau menambah aromanya.

Pengertian Asupan Makanan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya


Definisi Asupan Makanan

Asupan makanan adalah Segala jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi tubuh setiap hari. Umumnya asupan makanan di pelajari untuk di hubungkan dengan keadaan gizi masyarakat suatu wilayah atau individu. Informasi ini dapat digunakan untuk perencanaan pendidikan gizi khususnya untuk menyusun menu atau intervensi untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), mulai dari keadaan kesehatan dan gizi serta produktivitasnya. Mengetahui asupan makanan suatu kelompok masyarakat atau individu merupakan salah satu cara untuk menduga keadaan gizi kelompok masyarakat atau individu bersangkutan.

Secara Umum Asupan makanan adalah informasi tentang jumlah dan jenis makanan yang dimakan atau dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentu. Dari asupan makanan diperoleh zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memelihara pertumbuhan dan kesehatan yang baik.

Malnutrisi berhubungan dengan gangguan gizi, yang dapat diakibatkan oleh pemasukan makanan yang tidak adekuat, gangguan pencernaan atau absorbsi, atau kelebihan makan. Kekurangan gizi merupakan tipe dari malnutrisi. Asupan makan yang dikonsumsi kemudian akan menghasilkan dampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan anak yang dapat dilihat dari status gizinya.

Faktor yang Mempengaruhi Asupan Makan

Faktor Internal
  1. Nafsu Makan. Balita sakit mempunyai nafsu makan yang kurang, walaupun nafsu makan berkurang dan tidak menentu balita akan menikmati makanan yang di hidangkan secara menarik dalam suasana yang menyenangkan.
  2. Kebiasaan Makan. Kebiasaan makan balita adalah konsumer pasif. Artinya, dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang sudah kita pilihkan. Bila asupan zat gizi tertentu yang tidak adekuat dan berlebih atau tidak seimbang dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk (morbiditas) dan mungkin kematian (mortalitas).
  3. Rasa Bosan. Rasa tidak senang, takut karena sakit, ketidakbebasan bergerak karena adanya penyakit dapat menimbulkan rasa bosan dan rasa putus asa. Manisfestasi dari rasa bosan ini adalah hilangnya nafsu makan.
  4. Psikologis. Balita sakit harus menjalani kehidupan yang berbeda dengan apa yang dialaminya sehari-hari di rumahnya. Apa yang di makan, dimana dia makan, bagaimana makanan disajikan dan dengan siapa dia makan, sangat berbeda dengan yang telah menjadi kebiasaan hidupnya.
  5. Penyakit. Keadaan penyakit yang dicerminkan oleh konsistensi diet yang diberikan, mempunyai arti tersendiri dan akan membawa kebahagiaan atau rasa cemas pada diri balita sakit dan keluarganya.

Faktor Eksternal
  1. Cita rasa. Cita rasa suatu makanan dapat diketahui dari bau dan rasa makanan itu sendiri. Bau dan rasa makanan sangat menentukan selera makan seseorang dalam hal ini pasien.
  2. Penampilan. Penampilan makanan terdiri dari warna makanan tekstur makanan, dan besar porsi.
  3. Waktu makan. Waktu makan yang berbeda dengan kebiasaan makan pasien mempengaruhi asupan makan pasien.
  4. Sikap petugas. Petugas yang bertugas merawat orang sakit harus dapat memberikan penjelasan guna mengurangi tekanan psikologis yang timbul, baik dari diri orang sakit maupun keluarga
  5. Alat saji makanan. Alat saji makanan yang di gunakan untuk menyajikan makanan harus di pilih sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan menarik dan rasa senang pada orang sakit.
  6. Lingkungan. Dirawat di rumah sakit berarti memisahkan balita sakit dari kebiasaan hidup sehari-hari dan memasuki lingkunan yang masih asing, termasuk orang-orang yang mengelilinginya yaitu dokter, perawat dan orang-orang lain yang selalu berada disekelilingnya.
referensi:
Kementerian Kesehatan RI Direktorat Bina Gizi, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA. Naskah Akademik Pedoman Gizi Seimbang. Direktorat Bina Gizi, Jakarta 2013

    Friday, May 13, 2016

    Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein

    Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein. Pada proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi satuan - satuan dasar kimia. Protein terbentuk dari unsur - unsur organik yang hampir sama dengan karbohidrat dan lemak. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Oleh karena itu protein sangat dibutuhkan dan sangat penting bagi tubuh kita berikut penjelasang singkat tentang Protein.

    Pengertian Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Protein
    Foto www.thedvcc.com

    Definisi / Pengertian Protein

    Menurut Wikipedia. Nama protein berasal dari bahasa Yunani yang berarti �yang paling utama�. Sedangkan pengertian protein secara umum adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. 

    Ciri-ciri Molekul Protein

    1. Berat molekulnya cukup besar, dan dapat mencapai ribuan bahkan jutaan sehingga merupakan suatu makromolekul.
    2. Pada Umumnya terdiri dari 20 macam asam amino, asam amino tersebut berkaitan secara kovalen satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan yang bermacam - macam membentuk suatu rantai polipeptida.
    3. Ikatan kimia lainnya menyebabkan terbentuknya lengkungan -lengkungan rantai polipeptida menjadi struktur tiga dimensi protein, sebagai contohnya yaitu ikatan hidrogen dan ikatan ion.
    4. Struktur tidak stabil terhadap beberapa faktor, antara lain, pH, radiasi, temperatur, dan pelarut organik.

    Klasifikasi Protein

    Protein Berdasarkan Fungsi Biologisnya.
    1. Protein Enzim, Golongan protein ini berperan pada biokatalisator dan pada umumnya mempunyai bentuk globular.
    2. Protein Pengangkut mempunyai kemampuan membawa ion atau molekul tertentu dari satu organ ke organ lain melalui aliran darah.
    3. Protein Struktural. Peranan protein struktural adalah sebagai pembentuk struktural sel jaringan dan memberi kekuatan pada jaringan.
    4. Protein Hormon Adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin membantu mengatur aktifitas metabolisme didalam tubuh.
    5. Protein Pelindung Protein ini pada umumnya terdapat pada darah, melindungi organisme dengan cara melawan serangan zat asing yang masuk dalam tubuh.
    6. Protein Kontraktil Golongan ini berperan dalam proses gerak, memberi kemampuan pada sel untuk berkontraksi atau mengubah bentuk.
    7. Protein Cadangan Protein cadangan atau protein simpanan adalah protein yang disimpan dan dicadangan untuk beberapa proses metabolisme.

    Protein Berdasarkan Struktur Susunan Molekul.
    1. Protein Fibriler/Skleroprotein Protein  ini  berbentuk  serabut,  tidak  larut  dalam  pelarut-pelarut encer,  baik  larutan  garam,  asam,  basa,  ataupun  alkohol. Berat molekulnya  yang  besar  belum  dapat  ditentukan dengan  pasti dan  sukar  dimurnikan.
    2. Protein Globuler/Sferoprotein Protein ini berbentuk bola, banyak terdapat pada bahan pangan seperti  susu,  telur,  dan  daging.

    Protein Berdasarkan Komponen Penyusunan.
    1. Protein Sederhana Protein  ini tersusun  oleh  asam  amino  saja,  oleh  karena itu pada hidrolisisnya   hanya   diperoleh   asam - asam   amino penyusunnya  saja.
    2. Protein Majemuk Protein  ini  tersusun  oleh  protein  sederhana  dan  zat  lain  yang bukan  protein.

    Protein Berdasarkan Asam Amino Penyusunnya
    1. Protein yang tersusun oleh asam amino esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tubuh tidak dapat mensintesanya sendiri sehingga harus  didapat  atau diperoleh  dari  protein  makanan.
    2. Protein yang tersusun oleh asam amino nonesensial. Asam amino non esensial adalah asam amino yang bibutuhkan oleh  tubuh  dan  tubuh  dapat  mensintesa  sendiri  melalui  reaksi aminasi  reduktif  asam  keton  atau  melaui  transaminasi.

    Protein Berdasarkan Sumbernya.
    1. Protein Hewani adalah protein  dalam  bahan  makanan  yang  berasal  dari  hewan, seperti protein daging, ikan, ayam, telur, dan susu.
    2. Protein Nabati adalah protein  yang  berasal  dari  bahan  makanan  tumbuhan, seperti  protein  jagung,  kacang  panjang,  gandum, kedelai,  dan sayuran.

    Dikutip Dari Berbagai Sumber.

    Recent Post